• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Indeks
  • Disclaimer
  • Cara Murah Bisnis Online

Didik Media

Kesederhanaan Istimewa

Iklan
  • Home
  • About
  • Kontak
  • Sitemap
  • Galeri
  • Dropdown Menu ▼
    • Sub Menu1
    • Sub Menu2
    • Sub Menu3
    • Sub Menu4
    • Sub Menu5
  • Blogging

Selasa, 01 Oktober 2013

Home » Fiksi , Horor » Hantu Pemakan Bayi

Hantu Pemakan Bayi

  Ka Didik     Selasa, 01 Oktober 2013
Jika di Eropa dan Amerika namanya Vampire maka di China bernama Drakula. Baik Vampire maupun Drakula sama-sama minum darah. Maka di Indonesia ada hantu pemakan bayi, kalau orang Kalimantan bilang namanya Hantu Kuyang. Hantu Kuyang adalah hantu yang suka mencari dan menghisap darah wanita yang sedang melahirkan seorang bayi dan memakan bayi yang baru lahir tersebut. Dan ini adalah cerita kuyang yang sudah urbanisasi ke kota untuk mencari kekayaan. Karena tidak memiliki skill yang cukup, maka si Kuyang sangat sulit untuk mendapat pekerjaan. Singkat cerita, si Kuyang akhirnya harus hidup menggelandang dan tinggal di kolong jembatan. Setiap bulan purnama si Kuyang harus meminum darah segar dan daging bayi manusia yang baru dilahirkan. Dan malam itu adalah tepat satu purnama dan bertepatan pada bulan purnama selama dia tinggal di kota. Malam itu dia harus mendapatkan apa yang dia butuhkan...

Setelah matahari tenggelam si Kuyang mulai bergerilya ke rumah-rumah penduduk dari mulai kontrakan hingga perumahan mewah untuk mencari mangsa. Kuyang kecewa, ternyata mendapatkan mangsa di kota lebih sulit dari yang diharapkannya. Seluruh penduduk kota melakukan lahiran di rumah sakit yang di jaga ketat.

Dalam keadaan setengah putus asa si Kuyang mulai berpikir untuk pulang saja ke kampung asalnya. Yah, si Kuyang akhirnya memutuskan untuk pulang mudik. Sebelumnya dia harus berkemas terlebih dulu, dan dia pun kembali ke kolong jembatan tempat dimana dia tinggal. Dan ternyata... “Ah, dasar rejeki ga kemana, sudah dicari cape-cape keliling kota ternyata ada mangsa di dekat tinggalnya”. Eh, tapi bayi siapa ini ko tidak ada Ibunya? Si Kuyang sudah tidak perduli lagi bayi siapa, karena sudah kelaparan dilalapnya bayi tersebut. Seluruh tangan dan mulutnya berlumuran darah bayi segar. Si Kuyang satu ini terbiasa menyisakan kepala bayi sebagai hidangan penutup. Dan belum sempat dia memakan kepala bayi tersebut tiba-tiba seorang manusia (gelandangan) datang menghampirinya. Pelan-pelan Kuyang mengamati siapa yang datang. Kuyang tiba-tiba menjadi ketakutan melihat siapa yang datang. Ternyata yang datang adalah seorang perempuan dengan sebuah botol dan cairan pemusnah ditangannya. Dengan nada takut, si Kuyang bicara pada perempuan itu.
Kuyang        : “Maafkan aku, aku telah memakan bayi ini. Tapi aku belum menghabiskannya,         lihatlah” (sambil menunjukkan kepala bayi)
Perempuan    : “Apapun makananmu, minumnya Teh Botol Sosro. Nih, gratis... Minumlah..”


By Ka Didik di 12:20 PM
Label: Fiksi, Horor

Recent Posts

Memuat...

Popular Posts

Labels

Blog Budaya Computer Fiksi Hijrah Hikmah Horor Informasi Internet Islam Ispirasi Job Matematika Peluang Usaha Religi Virus Wajib Baca

About

SEO Starter is SEO and Mobile Friendy Blogger Template. Responsive Sesuai dengan Rekomendasi Google

Web Links

  • Blogger Platform
  • CMS WordPress
  • Facebook
  • Microblogging
  • Manchester United

Follow by Email

Subsribe to get post update from this blog in your email inbox.

Copyright © Didik Media. All rights reserved. Template by Romeltea Media